Home >Unlabelled > Kesatria Dari Ujung Desa
Kesatria Dari Ujung Desa
Posted on Rabu, 15 Juni 2016 by Admin Indowarta
Kumel, dekil, polos dan apa adanya itulah salah satu gambaran tentang Hendar kecil. ia adalah salah satu anak ke 4 dari 5 bersaudara. Hendar sendiri tumbuh dalam keluarga yang bisa di katakan sangat sederhana atau serba kekurangan dalam sisi ekonomi. hidup serba kekurangan sudah menjadi hal yang biasa bagi hendar, tetapi ia tak hanya diam menyaksikan apa yang keluarganya rasakan, Hendar selalu berusaha mensiasati hal tersebut dengan berbagai macam tindakan kreatifnya, seperti berjualan es lilin, kacang rebus, jagung rebus milik tetangganya yang berbaik hati untuk membantu. dan gambar mewarnai yang hendar buat sendiri untuk di jual di sekolah dasar tempat ia menimba ilmu serta hendar juga berjualan kantong kresek di pasar tradisional. Tak ada sedikit pun rasa malu, canggung yang menghantuinya, tapi yang ada hanya semangat dan percaya diri.
Setiap pagi Hendar pergi ke sekolah untuk melaksanakan kewajibanya sebagai pelajar, sambil membawa beberapa dagangan untuk dijajakan. sedangkan sepulang sekolah ia tak langsung bermain layaknya anak-anak seusianya, akan te
... baca selengkapnya di Kesatria Dari Ujung Desa Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu
Statistik Hari Ini
Populer
-
Ada pendapat yang mengatakan sukses adalah sebuah perjalanan. Ada juga pendapat lain yang mengatakan, bila Anda sukses maka Anda pasti baha...
-
Namaku Nur, Aku mempunyai Sahabat yang bernama Aini, Kita bersahabat dari kita kecil, semua rasa sudah kita lalui bersama, manis, pahit hidu...
-
Oleh: Herry Prasetyo Hari-hari terakhir ini, kita disibukkan dengan perhatian terhadap teror. Banyak hal diperbincangkan, dianalisis, dikup...
Artikel Terkait
Arsip
-
▼
2016
(73)
-
▼
Juni
(10)
- Ketakpedulian Terhadap Sekitar = Ketakpedulian Ter...
- Cinta Monyet
- 4 Ekor Binatang
- Bahaya ?Berpikir? Positif
- Seleksi Profesional, Kabinet Profesional
- Religious Aspects of Hypnosis
- Kesatria Dari Ujung Desa
- Proses Menuju Sukses Sejati
- Habis Gelap, Terbitlah: TUKUL
- Perbedaan Itu Mampu Menembus Dunia Kelamku
-
▼
Juni
(10)
